Sejarah - 历史
Desa Dermaji merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Lumbir yang terletak di bagian paling barat wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Dermaji diperkirakan sudah ada pada masa-masa berdirinya Kerajaan Galuh, Jawa Barat pada abad ke-6. Oleh karena Desa Dermaji termasuk dalam wilayah Kerajaan Galuh yang berbudaya Sunda, kehidupan masyarakat Desa Dermaji pun juga tidak lepas dari pengaruh budaya Sunda. Pengaruh paling besar bisa dilihat dari bahasa yang dipakai warga Desa Dermaji, yaitu bahasa Sunda.
Dermaji村是Lumbir区的一部分,该地区位于印尼中爪哇 Banyumas 县的最西端。 Dermaji 村被认为存在于 6 世纪西爪哇 Galuh 王国建立期间。 由于Dermaji村隶属于拥有Sunda文化的Galuh王国,Dermaji村人民的生活也离不开Sunda文化的影响。 影响最大的是Dermaji村居民的语言, 是Sunda语。
Asal Usul Nama Desa Dermaji - Dermaji村名称的由来
Museum Naladipa - Naladipa博物馆
Desa Dermaji memiliki sebuah museum yang terletak di lantai 2 Balai Desa. Museum desa merupakan salah satu cara bagaimana desa bisa mengenali dirinya. Dengan adanya museum, masyarakat desa bisa mengenali berbagai proses perubahan sosial yang terjadi, mengenali berbagai pengetahuan dan kearifan lokal yang pernah tumbuh, sehingga generasi penerus akan tetap mengenali sejarah dan jati diri desanya.
Dermaji 村在村政厅二楼设有博物馆。 村庄博物馆是村庄认识自己的一种方式。 有了博物馆的存在,村民就可以认清发生过的各种社会变迁过程,认清在地发展的各种知识和智慧,从而使后代仍能认清自己村庄的历史和身份。
Museum Naladipa adalah museum khusus yang terletak di Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Pembangunan Museum Naladipa ditujukan untuk menyimpan berbagai dokumentasi sejarah yang berkaitan dengan kearifan lokal masyarakat desa. Gagasan pembangunan museum dicetuskan oleh pemerintah Desa Dermaji pada tahun 2013. Pada 17 Juni 2013, Museum Naladipa diresmikan bertepatan dengan Festival Pusaka Desa oleh Budhi Setiawan, Wakil Bupati Banyumas, dan didampingi oleh Kepala Desa Dermaji, Camat Lumbir dan para tokoh masyarakat desa.
Naladipa博物馆是位于印尼中爪哇省Banyumas县Lumbir区Dermaji村的一座特殊博物馆。 Naladipa 博物馆的建设旨在存储与当地村庄社区智慧相关的各种历史文献。 建博物馆的想法是Dermaji村政府在2013年发起的。 2013 年 6 月 17 日,Naladipa 博物馆揭幕,恰逢 Banyumas 副摄政 Budhi Setiawan 在 Dermaji 村村长、Lumbir 街道村长和村社区领导的陪同下举办的村庄遗产节。
Menurut Bayu Setyo Nugroho, Museum Naladipa adalah sebuah ikhtiar untuk menjaga dan menghubungkan pengetahuan antargenerasi. Museum Naladipa terus dikembangkan agar bisa mewujudkan visinya yaitu, “terwujudnya museum yang bertaraf nasional yang menjadi sumber belajar tentang peradaban desa”.
根据 Bayu Setyo Nugroho 的说法,Naladipa 博物馆致力于维护和连接代际知识。 Naladipa博物馆继续发展,以实现其愿景,是“实现国家级博物馆,这是学习乡村文明的源泉”。
Koleksi Benda di Museum Naladipa - Naladipa 博物馆的藏品
Museum Naladipa memiliki banyak benda-benda antik, seperti Ani-ani, Thing Thong Thing Breng, Kacamata Kuna, Pedang, Pedupan, Keris, dan lain-lain. Berikut beberapa penjelasannya:
Naladipa 博物馆有许多古董物品,例如 Ani-ani、Thing Thong Thing Breng、Kacamata Kuna、剑、Pedupan、Keris (爪哇的传统武器), 等。以下是一些解释:
Ani-ani
Thing Thong Thing Breng
Thing Thong Thing Breng adalah nama alat musik tradisional yang diambil dari suara yang dihasilkan dan cara memainkannya. Berbahan dasar bambu 1,5 ruas, dicungkil pada posisi di tiga sisi dibuat semacam tali/senar di tiga titik. Salah satu sisi diberi lobang ditengah agar memberikan efek gaung suara dari tali senar tersebut. Ruas di posisi atas diberi lobang agar menjadikan efek suara kendang.
Thing Thong
Thing Breng 是一种传统乐器的名称,取自它发出的声音和演奏方式。 它由 1.5 段竹子制成,在三个边上的三个位置被挖出,在三点上制成一种绳子/细绳。 一侧在中间有一个孔,以产生琴弦的声音效果。 顶部的部分有一个孔以产生鼓声效果。
Pada zamannya alat musik ini biasanya dimainkan oleh tiga orang untuk mengiringi lagu macapat dan lirik-lirik mantra jawa. Konon, alat musik ini dulunya tidak boleh dimainkan oleh sembarang orang, tetapi setelah era kemerdekaan alat musik ini menjadi mainan anak di setiap pojok dukuh/grumbul dalam mengisi kekosongan waktu sore dan malam.
当时,这种乐器通常由三个人演奏,用于伴奏 macapat 歌曲和爪哇咒语歌词。也就是说,以前这种乐器是不允许任何人演奏的,但是在独立时代之后,这种乐器成为了小村庄/grumbul 每个角落的儿童玩具,可以在下午和晚上填补空白。

.jpeg)

No comments:
Post a Comment